9 untuk Da’i, Panitia Kajian, Ikhwan : Agar dakwah berhasil

(Faedah Dauroh Syar’iyyah Aqidah dan Manhajiyyah ke-18, sesi 1, Senin/10 Juli 2017 oleh Dr. Ziyad Al-Ubbadiy)

1- Al-‘Ilm An-Naafi’
Yaitu ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat manusia yang didakwahi.
Misalnya: Pelajaran aqidah, ibadah harian, dll. Itu akan bermanfaat. Sebagian ilmu ada yang bagus untuk dipelajari tapi kurang urgent untuk diajarkan kepada masyarakat, misalnya rincian hukum seputar budak.

2- Al-Hikmah
Sikap hikmah, yaitu meletakkan sesuatu pada tempat yang tepat, waktu yang tepat, menyesuaikan dengan yang didakwahi, yang sesuai dengan sunnah.
Hikmah itu bisa jadi lemah lembut, bisa jadi keras dan tegas, disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang tepat. Hikmah tidak selalu bermakna lembut.

3- Al-Hilm, syarh ash-shadr
Yaitu sikap murah hati dan lapang dada. Karena dakwah itu tidak akan selalu disukai orang. Jangan menjadi da’i yang selalu mencari ridha, cinta manusia. Jangan sempit hati dalam menyikapi manusia yang tidak senang dengan dakwah.

4- Al-Anaah, at-tatsabbut
Sikap hati-hati, tidak terburu-buru, kroscek kebenaran, termasuk bekal penting untuk mencapai keberhasilan seorang da’i. Contohnya tidak terburu-buru dalam menyebarkan berita.

5- Ar-Rifq, Al-Liin
Yaitu sikap lemah lembut khususnya kepada yang menjadi objek dakwah.
Contoh kecilnya ada senyum, wajah berseri, tidak cemberut, tidak bermuka masam.

6- Ash-Shabr
Sabar dalam mencari, mengamalkan dan mendakwahkan ilmunya. Sabar ketika orang kurang menerima. Sabar ketika ada yang mencela, karena tidak semua akan menerima atau hadir untuk mencari ilmu si da’i. Sebagian orang mungkin akan hadir justru untuk mencari kesalahannya.

7- Al-Ikhlas, Ash-Shidq
Keikhlasan dan kejujuran dalam dakwah akan membuat dakwah senantiasa kontinyu. Ada ungkapan yang berbunyi: “Apa yang dilakukan untuk Allah akan senantiasa langgeng, sedangkan apa yang dilakukan untuk selain-Nya akan sirna.” Kadang orangnya sudah mati jasadnya, tapi ilmu dan namanya tetap hidup, sebagaimana para ulama terdahulu yang kitab-kitab mereka masih terus dipelajari hingga sekarang. Itu tidak akan terjadi tanpa keikhlasan.

8- Al-Qudwah Al-Hasanah
Seorang da’i akan berhasil dakwahnya jika ia mampu menjadi teladan yang baik. Ia tidak akan berhasil mengajak manusia menjadi orang-orang jujur jika ia sendiri berdusta. Tidak akan bisa menyuruh orang murah senyum, jika ia sendiri selalu cemberut.
Demikian Nabi, beliau memerintahkan sesuatu dan beliau menjadi percontohan.
Da’i jika tidak menjadi orang yang dapat dicontoh, maka dakwahnya tidak bermakna.

9- Husnul khulq
Yaitu akhlak yang baik secara umum, meskipun beberapa bekal keberhasilan dakwah yang telah disebutkan sebelumnya adalah sebagian contoh akhlak yang baik. Disebutkan terpisah sebagai penekanan.
Kerjakan yang baik, tinggalkan yang buruk.
Orang kafir dahulu mengatakan, “Muhammad mengalahkan kami dengan keindahan akhlaknya.”
_________________
Muflih Safitra | Balikpapan

-Web: muflihsafitra.com
-Telegram:
http://bit.ly/2cBjHhv
-Facebook: Muflihsafitra.com
-Instagram: muflihsafitracom

Top