Ampunan di Bulan Ramadhan bisa tertunda karena permusuhan

Kita tahu berpuasa Ramadhan termasuk jalan untuk mendapat ampunan dosa. Kita pun hafal haditsnya:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan ganjaran pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Tapi kita juga harus tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan dalam haditsnya yang lain:
فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Diampuni dosa-dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Maka dikatakan, ‘Tundalah pengampunan untuk keduanya sampai mereka berdamai. Tundalah pengampunan untuk keduanya sampai mereka berdamai. Tundalah pengampunan untuk keduanya sampai mereka berdamai.” (HR. Muslim no. 4652, Abu Daud no. 4270 dan lainnya)
Dalam riwayat lain: “…kecuali dua orang yang saling mendiamkan.”

Tak sampai 10 hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Kita berpuasa di dalamnya karena berharap dosa kita diampuni Allah.

Tapi perlu kita ingat, bahwa ampunan tersebut bisa tertunda karena permusuhan yang terjadi antara kita dengan teman bahkan saudara/keluarga. Sayang sekali rasanya, sementara kita tahu kita tidak akan hidup selamanya.

Masalahnya, permusuhan yang terjadi kadang hanyalah lantaran perkara dunia, bukan soal agama. Misalnya karena harta. Dahulu kongsi bisnis, belakangan beda pendapat lalu bubar dan bermusuhan. Kadang hanya salah paham saat bercanda lalu tidak bertegur sapa. Kadang tadinya main bola/futsal sama-sama, lalu saling mendiamkan karena kaki beradu tanpa sengaja. Jadi permusuhannya bukan karena landasan syar’i.
Berbeda jika karena masalah agama. Misalnya bermusuhan karena teman ikut ajaran menyimpang atau ganti agama. Ini masih bisa dimaklumi karena alasan syar’i.

Jika sudah terlanjur
Alangkah baiknya bila kita segera menyelesaikan permusuhan yang ada. Jika ikhlas melakukannya, in syaa Allah akan berbuah pahala.

Caranya:
1. Kirim pesan atau telpon dia. Ajak dia ketemu di suatu tempat makan. Katakan antum ingin bicara dengannya.
2. Duduklah dengan posisi yang baik & sopan.
3. Matikan dulu HP antum agar tidak ada telpon atau bunyi-bunyian yang bisa mengganggu konsentrasi pembicaraan.
4. Bicaralah dengan santun layaknya orang dewasa. Pilih kata-kata yang sekiranya tidak menyakiti lawan bicara.
5. Katakan, “Sejujurnya yang tidak saya senangi dari antum adalah ini dan itu.”
6. Berikan kesempatan untuknya memberikan penjelasan. Siapa tahu selama ini antum hanya salah dugaan.
7. Perhatikan dengan seksama ketika dia bicara. Jangan melihat HP, jam tangan, atau menyambi chatting, karena itu menandakan antum kurang menghargai lawan bicara.
8. Jika ternyata antum memang salah, maka antum harus mengakuinya dan meminta maaf kepadanya.
9. Jabat tangannya sebagai permintaan maaf yang tulus. Jika diperlukan bisa juga dengan merangkulnya.

CATATAN PENTING:
Menyelesaikan masalah adalah dengan mencari solusi penyebabnya, bukan dengan mengirim SMS puisi maaf-maafan yang umum. Karena inti permasalahan tidak akan terselesaikan dengan SMS yang hanya ‘finger service’ dan biasanya tetap akan menyimpan catatan permusuhan.

Selamat berbicara dan menyelesaikan masalah antum dengannya.
Semoga Allah menerima puasa kita dan tidak menunda pengampunan dosa-dosa kita.

Oya.
SAAT BERPISAH DARI TEMPAT MAKAN, JANGAN LUPA BAYAR BON MAKANANNYA. IN SYAA ALLAH BERPAHALA.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Download audio murottal juz 30 dan dzikir pagi petang Ustadz Muflih Safitra di playstore.

-Web: http://muflihsafitra.com
-TG:
@muflihsafitrabalikpapan
@murottaljuz30
@dzikirmuflihsafitra
-YT:
http://youtube.com/muflihsafitra
-FB: Muflihsafitra.com
-IG: muflihsafitracom

Top