Belajar Dari Kemelut di Pintu Keluar Bandara Balikpapan

Selepas dauroh Ustadz Firanda di masjid As-Salam tadi malam ana tidak langsung pulang. Antrian kendaraan keluar bandara pasti panjang. Jadi ana makan2 snack dulu bersama panitia & teman2.

Setelah terasa sepi, ana keluar naik mobil bersama keluarga. Tapi ada yang tidak biasa.

Antrian mobil begitu lambat dan hampir tidak bergerak dalam waktu lama.
Sesampainya di rumah, di grup MIB TG ana dapati postingan berikut:

“Awalnya antrian keluar kendaraan berjalan lancar. Akhirnya ada 1 motor yang keluar antrian & menyusup melalui jalur masuk (arah berlawanan) lalu diikuti oleh motor2 lainnya, sampai menutup seluruh badan jalan untuk akses masuk bandara. Akhirnya menumpuk saling blok di portal. Mereka (pemulai & pengikutnya) mengambil hak pengendara yang sejak awal sudah antri.”

Pemosting mengatakan lagi:
“Salah satu dari penerobos/penyerobot itu berhenti dan turun dari motor lalu merogoh saku & mengambil lalu menghisap rokoknya.”

Apakah dia orang cargo dan bukan peserta kajian?
Nampaknya tidak karena pemosting sempat memfoto orang tersebut mengenakan baju gamis putih (termasuk motor & platnya, hanya saja tulisan ini tidak bermaksud menjatuhkan individu).

Ana (Muflih) katakan:
#Ana memang tidak melihat langsung apa yang terjadi.
#Namun jika benar apa yang diposting, maka hendaklah kita mengambil pelajaran.
#Mengambil hak antrian orang lain adalah perbuatan zhalim.
#Mencontohkan perbuatan zhalim akan menambah dosa yang dikali lipat sebanyak orang yang mengikutinya.
#Hendaklah bersabar saat antri keluar. Jika khawatir tidak sabar, maka tunggulah dulu sampai sepi antrian.
#Parkir gratis alhamdulillah. Semoga penyelenggara mendapatkan tambahan rezeki. Tapi bila tidak, maka bayarlah dan jangan berdebat dengan petugas karena mereka hanya menjalankan tugas. Semoga pengorbanan kita diganjar berkali lipat dari uang parkir yang keluar.
#Rokok itu haram.
#Kalau antum belum tahan tidak merokok, maka jangan di jalanan, apalagi sampai terfoto orang. Bergamis pula. Dan yakinlah antum tetap berdosa meski tidak terlihat manusia.
#Lebih dari itu semua, kekacauan yang terjadi semalam sedikit banyak akan mencoreng citra dakwah sunnah yang mengajarkan kita untuk bersabar & menghindari kezhaliman sekecil apapun.
Ingat, petugas di sekitar bandara tidak semua orang yang sudah mengenal sunnah. Bahkan bisa jadi sebagiannya orang non-muslim. Apalagi kita statusnya hanya memakai tempat umum, namun justru merepotkan dengan membuat kekacauan di portal parkiran.
#Merokok dengan gamis setelah dauroh pun sebenarnya sangat mencoreng. Namun ana tetap berhusnuzhon mungkin orangnya baru mencoba ngaji dan belum mengetahui hukum. Karena yang bersangkutan merokok di pinggir jalan. Semoga mereka mendapat hidayah dan tambahan ilmu.
Kalau mereka sudah tahu namun lalai semoga bisa menyadarinya dan bermuhasabah.
#Ditulis dengan inspirasi dari pemosting di grup.

USULAN KEPADA IKHWAN KETIKA HADIR DAUROH DI TEMPAT YANG DAYA TAMPUNG PARKIRNYA TIDAK SEBANDING KENDARAAN MASUK:
-Ketika berangkat usahakan kendaraan dipakai sebesar kapasitas. Bila sedan cukup 5 orang & mobil keluarga bisa muat 7-8 orang, maka usahakan terisi semua.
Caranya: 2-3 keluarga isi 1 mobil. Jadi sebelum berangkat bisa janjian jemput2an.
-Kadang 1 keluarga mobil besar2 tapi isinya hanya 2 orang.
-Bukankah memberi tumpangan itu berpahala?

Top