Di hati, bukan hanya telinga

Seorang kakek berkebangsaan Spanyol berumur 80 lebih, memasuki sebuah toko daging milik Muslim Maroko yang ada di salah satu kota Spanyol. Di dalam toko sang kakek mendengar lantunan Al-Qur’an dan tiba-tiba dia mulai menangis.

Penjual daging bertanya kepadanya apa sebab dia menangis, apakah dia memahami sesuatu?

Kakek itu menjawab, “Tidak, saya tidak memahami apapun dari perkataan ini, tapi perkataan tersebut langsung merasuk ke dalam hati saya. Sungguh, saya benar-benar merasakannya di dalam hati saya bukan di telinga saya.”

Pas juga yang dibaca oleh Syaikh Maher Mu’aiqly di rekaman itu ayat:
وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ….
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah: 6)
________________________

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1096063223772283&id=100001058474162&notif_t=story_reshare&notif_id=1483621895693650&ref=m_notif

رجل إسباني تجاوز الـ 80 دخل محل جزار مغربي في إسبانيا وسمع القرآن وبدأ يبكي .. سأله البائع عن سبب بكائه وهل يفهم شئ
فقال : لا افهم شئ من هذا الكلام ولكنه يدخل إلى القلب مباشرة … انني أشعر به في قلبي وليس في أذني…
_________________________
Muflih Safitra | Balikpapan

Top