Kalau cash 1 juta, cicil 3x 1,2 juta, cicil 6x 1,5 juta, apakah dilarang?

Sering kita dengar hadits:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ
“Rasulullah melarang 2 harga dalam 1 jual beli.” (HR. An-Nasai, At-Tirmizdi, dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Sebagian orang menerapkan hadits tersebut pada kasus jual beli dengan harga cash dan kredit berbeda, dimana harga kredit dinaikkan dari harga cash, dengan kesimpulan itu dilarang.

Penerapan ini perlu ditinjau lagi.

Jual beli dengan dua harga yang berbeda memiliki tiga bentuk:
Bentuk pertama,
Penjual menawarkan dua harga yang berbeda. Harga barang kemudian ditetapkan salah satunya sebelum mereka berpisah. Bentuk seperti ini diperbolehkan .

Bentuk kedua,
Penjual dan pembeli berpisah dengan terlebih dahulu menetapkan adanya hak khiyar. Jumhur ulama mengatakan ini tidak sah. Ulama Malikiyyah berpendapat sah dengan adanya hak khiyar untuk meneruskan atau membatalkan akad.

Bentuk ketiga,
Penjual menawarkan dua harga yang berbeda kepada pembeli. Keduanya berpisah tanpa menetapkan secara pasti salah satu dari kedua harga yang ditawarkan tersebut. Model seperti ini yang dilarang.

Lihat kitab عقد الإجارة المنتهي بالتمليك karya Syaikh Saad bin Nashir Asy-Syatsriy. Penulis telah menerjemahkannya dalam judul Indonesia “AKAD SEWA BERAKHIR DENGAN KEPEMILIKAN/SEWA-BELI/IMBT”. Semoga Allah mudahkan penerbitan buku tersebut & in syaa Allah dibagi gratis khusus da’i.

Kesimpulan:
Jika seorang penjual menawarkan, misalnya cash 1 juta, cicil 3x bayar harganya jadi 1,2 juta, 6x bayar 1,5 juta, maka ini boleh, tidak mengapa dan sah, jika keduanya berpisah dengan kesepakatan pada satu harga saja.

Top