Pengantar penyusun

Perkembangan dakwah Islam memang sangat terasa, khususnya dakwah yang menekankan pada perbaikan aqidah, mengajak umat untuk mengerjakan ibadah mereka sesuai sunnah dan menyandarkan pemahaman agama mereka kepada salaful ummah yaitu dakwah salafiyyah. Umat Islam mulai mengerti tentang urgensi mempelajari agama mereka meskipun dari tingkatan terbawah. Tak heran jika berbagai majelis ilmu dipadati manusia di rumah-rumah Allah, meskipun isinya adalah pelajaran membaca Al-Qur’an, mengenal rukun Islam dan Iman, yang bagi sebagian orang adalah materi untuk anak sekolah.

Melihat kemajuan yang sedemikian rupa, penulis membaca adanya kebutuhan yang besar bagi umat akan kehadiran buku-buku yang dapat memandu mereka mengenal agamanya dari dasar, dengan bahasa dan tata penulisan yang mudah dipahami dan sederhana. Salah satunya adalah buku Al-Ushul Ats-Tsalatsah yang ditulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Di dalamnya penulis memaparkan berbagai hal pokok yang dapat memperkenalkan pembacanya kepada Allah, agama Islam dan Nabi Muhammad.

Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang syaikh yang penulis pernah belajar dari beliau semasa tinggal di Riyadh, telah mensyarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah, hingga hadir dalam bentuk kitab Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah yang memperjelas isi buku Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut. Kitab Syaikh Shalih Fauzan ini bagus dan gamblang.
Hanya saja di dalamnya terdapat banyak pengulangan isi dan perkataan. Mungkin ini dikarenakan buku tersebut merupakan rekaman kajian beliau yang dibukukan.

Di sisi lain, Syaikh Shalih Fauzan dalam muqaddimah kitabnya mengatakan, Al-Ushul Ats-Tsalatsah adalah pelajaran dasar dalam agama Islam yang hendaknya dipahamkan dengan cara yang mudah. Karena itu, dalam rangka mewujudkan perkataan Syaikh dan menyajikan sebuah buku yang memperkenalkan Islam dengan cara yang mudah sebagaimana kebutuhan kaum muslimin yang baru ingin mengenal agamanya dari dasar, penulis melakukan beberapa hal:

  1. Menerjemahkan sembari meringkas kitab Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan. Penulis sengaja meringkasnya karena beberapa alasan:
    1. Terdapat banyak perkataan Syaikh di dalam kitab tersebut yang diulang-ulang di berbagai tempat. Terkadang pengulangan itu terjadi di dalam satu bab yang sama dan kerap terjadi di paragraf yang sama. Pengulangan ini dikhawatirkan membuat pembaca merasa bosan.
    2. Terkadang syarah yang tercantum di dalam kitab tersebut hanya mengulang isi matan Al-Ushul Ats-Tsalatsah, sehingga tidak menyajikan faedah baru.
    3. Sebagian syarah yang disampaikan adalah tafsir ayat yang tidak dibawakan penulis matan Al-Ushul Ats-Tsalatsah (di luar matan), sehingga pembahasan menjadi meluas.
    4. Sebagian syarah memuat masalah fiqih yang tidak berhubungan dengan masalah tauhid (aqidah) yang menjadi pokok bahasan.
  2. Menyusun terjemahan ringkas tersebut dalam bentuk poin-poin, agar lebih mudah dan ringan dibaca.
  3. Mencantumkan halaman kitab asli (hal. …) dimana poin syarah disebutkan, agar pembaca dapat membandingkan teks perkataan Syaikh Shalih Fauzan dengan makna terjemahannya.
  4. Menjelaskan makna kalimat yang sulit dengan membubuhkan penjelasannya di dalam kurung (…–pen) atau catatan kaki.
  5. Mencantumkan takhrij untuk hadits yang tidak disebutkan takhrijnya pada kitab asli.
  6. Mencantumkan referensi tambahan untuk masalah tertentu yang butuh untuk diketahui, namun tidak dijelaskan oleh pensyarah pada kitab asli.
  7. Menerjemahkan biografi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan.

Semoga Allah menjadikan usaha penulisan buku ini sebagai amal yang ikhlas untuk Dia semata, tanpa tercampuri ketamakan terhadap dunia.
Semoga Allah menjadikan buku ini bermanfaat dalam memperkenalkan Islam kepada mereka yang ingin mempelajari agama Allah ini sedari dasar.
Semoga Allah mematikan kita semua dalam husnul khatimah dan memasukkan kita ke dalam surganya kelak, amin.

Balikpapan, Oktober 2017
Muflih Safitra

Top