Setahun kemarin (ditulis 2011)

…DAN setahun kemarin aku banyak bertemu dengan orang yang AKU SANGAT INGIN seperti mereka, kupersembahkan segala harta benda dan duniaku, agar bisa mendapatkan apa yang mereka punya.
Suatu ‘barang berharga’ yang sebenarnya tak akan terbeli, WALAU AKU BERHUTANG KEPADA SELURUH DUNIA.
Barang apa itu? Jawabnya: Mereka merengkuh manisnya hidayah Allah yang tak pernah mereka kecap sebelumnya…

:: Di antara mereka kutemukan di suatu kesempatan setelah khutbah Jum’at. Dari percakapan singkat, aku merasakan bahwa dia pencari kebenaran yang keingintahuannya akan ilmu agama begitu menggebu…

:: Di antara mereka adalah seorang ibu, yang dulunya kemana-mana berpakaian ala kadarnya, menampakkan sebagian auratnya. Kini bagian-bagian itu benar-benar tertutup dengan hijab dan gamisnya. Kebaikan yang Allah beri padanya pun berimbas pada anak-anaknya. Anak perempuannya yang baru kelas 5 SD sekarang tidak pernah ke sekolah tanpa hijabnya. Dia mungkin sadar, dia tidak akan butuh air mata, di kala anak perempuannya dewasa, hanya untuk membujuknya memakai hijab wanita Surga…

:: Di antara mereka seorang pejabat teras atas. Sekarang janggut lebat dan halus menghiasi wajahnya. Walau pejabat lain mencemoohnya, ketegarannya untuk berada di atas Sunnah Nabi, mengalahkan rasa malu dan ketidakenakan hatinya. Selama hampir 1 tahun dia mengantar kami dengan mobilnya, berdakwah keluar daerah tiap minggunya. Tak ada minggu tanpa pengetahuan agama untuknya.

:: Di antara mereka para pegawai perusahaan minyak. Mereka bahu membahu membangun Masjid dan memakmurkannya dengan kajian-kajian sunnah. Alhamdulillah, kesibukan dan kekayaan tidak melalaikan mereka dari jihad di jalan Allah…

Top