Silakan berdebat dengan syarat

Seseorang boleh berdebat apabila memenuhi tiga syarat:

#1 Syarat terkait niat
Kalau niatnya baik maka boleh berdebat. Kalau jelek maka tidak boleh.

a. Niat baik
-Tafaqquh fiddiin
-Tanaashuh dengan orang lain
-Supaya orang menyimpang kembali kepada kebenaran dan kembali kepada Islam
-Supaya orang-orang tau kebenaran (dalam rangka untuk dakwah).
-dll.
b. Niat jelek:
-Membantah kebenaran karena tidak suka
-Menyalurkan hobi debat
-Memperlihatkan kepintaran (izh-harudz dzaka’) (pamer ilmu)
-Memperlihatkan quwwatul hujjah (supaya disebut hebat sekali dalam berdebat).

#2 Syarat terkait topik debat.
-Topik yang diperbolehkan syari’at, misalnya masalah kontemporer yang butuh diketahui hukumnya.
Contoh terlarang:
-Berdebat tentang hal yang sudah pasti secara dalil
-Topik yang tidak penting.

#3 Syarat terkait orang yang mendebat dan yang diajak debat.
-Yang mendebat harus berilmu
-Yang didebat orang yang bisa diajak kepada kebenaran.

Kalau ketiga syarat di atas tidak terpenuhi, maka tinggalkan perdebatan. Rasulullah mengatakan,
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
“Saya jamin satu buah rumah ditepi surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia berada diatas kebenaran.”

Top